Sejak kejadian tadi, Dinda hanya termenung. Dia tidak berbicara kepada teman-temannya. Dia hanya diam dan diam sampai bel masuk berbunyi.
Dinda : (bicara dalan hati) "gimana nih, apakah aku harus menjauhi orang yang aku suka gara-gara dia punya banyak fans ?"
Waktu berlalu begitu cepat. Dan sekarang sudah jam pulang sekolah. Seperti tadi juga, Dinda hanya diam. Dia ingin pulang sendiri tanpa teman-temannya. Saat Dinda jalan menuju gerbang sekolah, ternyata Andi memanggil nya dari kejauhan. Dinda pun terkejut dibuatnya.
Andi : (memanggil) Dindaaaaa ..... berhenti duluuu ...
Dinda : (terkejut dan langsung membalikkan badan) .....
Andi : "haii .. kamu pulang sendiri ya ? Teman-teman kamu mana ?"
Dinda : "aku lagi mau pulang sendiri aja kok"
Andi : "hmmm kita pulang bareng yuk ?"
Dinda : "hmm gimana yaa ?" (Berusaha menolak)
Andi : "ayolah .. pliiiiss" (memaksa)
Dinda : "tapii tapiii ......."
Andi : "pliiiss aku mau pulang bareng kamu .. ya ? Ya ? Ya ?"
Dinda : (dengan terpaksa) hmm ya udah deh. Ayok ..."
Andi : "nah, gitu dong" (senang banget)
Akhir nya rencana Andi untuk pulang bareng Dinda terkabulkan juga. Walaupun terpaksa.
Dinda yang sejak tadi terpikirkan perkataan dari kakak kelas yang fans berat sama Andi. Dia bertanya-tanya di dalam hati kalau mereka melihat dia sama Andi pulang berdua. Dan itupun terjadi. Salah seorang dari fans mereka melihat kejadian itu. Dia pun langsung melaporkan kepada teman-teman se geng nya.
Bersambung .....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar